BONTANG – Akses Jalan Pattimura, Kelurahan Api-Api, Kota Bontang, akan ditutup satu jalur mulai Oktober 2026. Penutupan dilakukan seiring pekerjaan pembangunan drainase dan bahu jalan di kawasan tersebut.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bontang, Gunawan, mengatakan pengaturan lalu lintas tersebut diperlukan untuk mendukung kelancaran pengerjaan proyek sekaligus mengantisipasi kemacetan.
Pekerjaan peninggian jalan akan dilakukan mulai dari depan Alfamidi dan berlanjut hingga sekitar 300 meter ke arah berikutnya.
Karena adanya pekerjaan tersebut, kendaraan nantinya hanya dapat melintas melalui satu jalur. Pemerintah mengimbau pengendara memperhatikan pengaturan lalu lintas dan mempertimbangkan akses alternatif selama proyek berlangsung.
“Kami informasikan terlebih dahulu agar pengendara lewat akses jalan lain. Ini hanya bisa dilintasi satu jalur,” ucap Gunawan.
Bahu Jalan Hanya Dibangun di Titik Rawan Banjir
Selain peninggian jalan, proyek tersebut juga mencakup pembangunan bahu jalan. Namun, pembangunan bahu jalan tidak dilakukan sepanjang seluruh ruas Jalan Pattimura.
Gunawan menjelaskan, bahu jalan hanya dibangun pada sejumlah lokasi yang terdampak banjir.
Salah satu titik pekerjaan berada di kawasan mulai dari depan Alfamidi hingga sekitar Workshop GMS.
Sementara pada ruas lainnya, pekerjaan difokuskan pada pembangunan drainase di sisi kiri dan kanan jalan hingga menuju Jalan KS Tubun.
Pekerjaan drainase tersebut diharapkan dapat membantu mengatasi persoalan genangan yang selama ini terjadi di sejumlah titik.
Proyek pembangunan drainase dan bahu jalan tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp15,8 miliar.
Pengerjaan proyek dilakukan oleh PT Pitu Babbana Binanga, perusahaan asal Kabupaten Berau.
Berdasarkan perkembangan terakhir, progres pekerjaan telah mencapai 40,86 persen.
Gunawan menyebut progres tersebut masih sesuai dengan jadwal pekerjaan. Bahkan, proyek tercatat mengalami deviasi positif sehingga pemerintah optimistis target penyelesaian dapat dicapai.
Pemkot Bontang menargetkan seluruh pekerjaan rampung hingga awal Desember 2026.
“Sudah sesuai jadwal. Kami optimistis pengerjaan akan rampung 100 persen sesuai jadwal,” pungkasnya.
Pemkot Bontang menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak selama proses pembangunan berlangsung.
Selain adanya pengaturan lalu lintas, pekerjaan konstruksi juga berpotensi menimbulkan debu dan membuat aktivitas pengguna jalan menjadi kurang nyaman.
Pemerintah meminta masyarakat, khususnya pengguna Jalan Pattimura, untuk bersabar selama pekerjaan berlangsung serta mengikuti rambu dan arahan petugas di lapangan.
Penutupan satu jalur pada Oktober mendatang juga diharapkan dapat membantu menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus mendukung kelancaran pengerjaan proyek hingga selesai.
