KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) resmi meluncurkan aplikasi Etam Kinerja sebagai sistem digital terpadu untuk monitoring, pengendalian, dan evaluasi pembangunan daerah secara real time.
Peluncuran aplikasi tersebut digelar bersamaan dengan Rapat Pengendalian Operasional Kegiatan di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Sangatta, Selasa (12/5/2026).
Aplikasi Etam Kinerja atau Evaluasi Terpadu Akuntabilitas dan Monitoring Kinerja Pembangunan Daerah dirancang untuk memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis teknologi sekaligus meningkatkan akuntabilitas kinerja seluruh perangkat daerah.
Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Setkab Kutim, Irma Yuwinda, mengatakan pengembangan aplikasi dilakukan dalam waktu sekitar 45 hari kerja hingga akhirnya memasuki tahap soft launching pada April 2026 lalu.
Melalui aplikasi tersebut, seluruh OPD diwajibkan menginput data capaian fisik, realisasi keuangan, progres pekerjaan hingga kendala di lapangan yang nantinya dapat dipantau langsung melalui dashboard pimpinan.
“Dashboard ini memungkinkan Bupati dan Wakil Bupati memantau kinerja perangkat daerah secara real time,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menegaskan transformasi digital menjadi langkah penting untuk memperkuat pengawasan dan evaluasi pembangunan daerah.
Ia juga meminta seluruh OPD disiplin dalam menyampaikan laporan fisik dan keuangan setiap bulan melalui aplikasi Etam Kinerja agar pengambilan keputusan pembangunan lebih cepat dan tepat sasaran.
Dalam rapat tersebut, Pemkab Kutim juga memaparkan realisasi APBD 2026 yang masih di bawah target. Dari total belanja daerah sebesar Rp5,7 triliun, realisasi fisik hingga April 2026 baru mencapai 14,77 persen, sedangkan realisasi keuangan tercatat 13,27 persen.
Pemkab Kutim berharap aplikasi Etam Kinerja mampu mendorong percepatan pembangunan daerah sekaligus meningkatkan transparansi dan kinerja perangkat daerah ke depan.
