Kabut Asap Kembali Selimuti Samarinda, BMKG Sebut Kualitas Udara Tidak Sehat hingga 8 Oktober

Redaksi Wy
2 Min Read

SAMARINDA – Kabut asap masih menyelimuti sejumlah wilayah Kota Samarinda pada Minggu, 4 Oktober 2026. Kondisi cuaca didominasi awan tebal, sementara kualitas udara mengalami penurunan hingga masuk kategori tidak sehat.

Prakirawan BMKG Samarinda, Muhammad Abil Nurjani, mengatakan berdasarkan pemantauan BMKG, kualitas udara di Samarinda mulai menunjukkan kondisi tidak sehat sejak Sabtu, 3 Oktober 2026 sekitar pukul 18.00 WITA.

Kondisi tersebut masih bertahan hingga Minggu, 4 Oktober 2026 pukul 15.00 WITA.

“Terkait kualitas udara sendiri secara data sejak hari Sabtu (3/10/2026) pukul 18.00 WITA sore itu sudah menunjukkan kualitas udara kategori tidak sehat, memburuk itu udaranya sampai hari ini Minggu 4/10/2026 pukul 15.00 WITA,” ujar Abil saat dikonfirmasi.

BMKG memprakirakan kondisi cuaca Samarinda hingga Kamis, 8 Oktober 2026 masih didominasi cuaca berawan.

Kondisi tersebut dinilai belum banyak membantu mengurangi konsentrasi asap yang menyelimuti wilayah Kota Tepian.

“Tren cuaca sampai tanggal 8 Oktober itu untuk prakiraan cuaca masih berawan jadi kemungkinan efek asap ini masih berlangsung,” jelas Abil.

Baca Juga:  Polres Kukar Tangkap Pengedar di Kota Bangun, Sita 77,37 Gram Sabu

Menurutnya, kondisi kualitas udara berpotensi membaik apabila terjadi hujan di wilayah Samarinda.

“Nah nanti misalnya ada hujan itu kualitas udara mungkin bisa lebih membaik,” sambungnya.

Abil menyebut tebalnya asap yang menyelimuti Samarinda salah satunya dipengaruhi kebakaran lahan yang terjadi di sejumlah wilayah.

Beberapa lokasi yang disebut berkontribusi terhadap kondisi asap tersebut berada di kawasan Sambutan dan Palaran.

“Penyebab asap tebal di awan salah satunya penyebabnya kebakaran di Sambutan kemarin ya maupun di daerah Palaran,” pungkasnya.

Dengan kondisi kualitas udara yang berada dalam kategori tidak sehat, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok yang rentan terhadap dampak paparan asap.

BMKG juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah.

Masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan kualitas udara dan kondisi cuaca sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan.

Share This Article