BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bontang memutuskan pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 untuk jenjang SD dan SMP dilakukan secara terpisah. Kebijakan ini diambil untuk menghindari penumpukan pengadaan seragam sekolah.
Sekretaris Disdikbud Bontang, Saparuddin, menjelaskan pemisahan jadwal dilakukan agar proses lelang hingga penjahitan seragam dapat berjalan lebih awal dan terencana.
“SPMB SD kita pisah dengan SMP supaya pengadaan tidak menumpuk. Kalau bersamaan, dikhawatirkan tidak selesai tepat waktu,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).
Saat ini, Disdikbud tengah mempercepat proses lelang seragam. Ditargetkan, pemenang lelang sudah ditetapkan pada pertengahan April 2026, sehingga produksi dapat dimulai awal Mei.
Dalam prosesnya, penjahit lokal akan bernegosiasi lebih dulu dengan penyedia kain sebelum masuk tahap produksi.
Pengukuran seragam juga dilakukan lebih awal dengan menyasar siswa lama. Untuk SD, pengukuran dilakukan pada siswa kelas 1 hingga 5, sementara di SMP menyasar kelas 7 dan 8.
Sedangkan untuk murid baru, pengukuran dilakukan belakangan karena jumlahnya relatif lebih sedikit.
Dengan skema ini, Disdikbud berharap distribusi seragam sekolah di Bontang dapat berjalan lebih tertata dan seluruh siswa sudah menerima seragam saat tahun ajaran baru dimulai.
“Kalau murid baru jumlahnya tidak terlalu banyak, misalnya di SMP sekitar 290 orang, sekolah lain di bawah itu,” jelasnya.
Pemisahan SPMB SD dan SMP di Bontang ini menjadi strategi untuk memastikan pengadaan seragam berjalan lancar, sehingga siswa dapat memulai tahun ajaran baru tanpa kendala.
