Hasil uji Laboratorium Kasus 83 Anak Keracunan MBG di Bontang Dipastikan Bukan Dari Air Tercemar

Redaksi Wy
2 Min Read

BONTANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang memastikan kualitas air yang digunakan di dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berkaitan dengan insiden keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) aman dan tidak tercemar.

Kepastian tersebut diperoleh setelah Dinkes Bontang melakukan pengujian laboratorium terhadap sampel air dari SPPG Bontang Utara 2 dan SPPG Bontang Selatan 5. Kedua dapur tersebut sebelumnya menjadi lokasi penyediaan MBG yang dikonsumsi hingga menyebabkan 83 anak sekolah mengalami keracunan.

Kepala Dinkes Bontang Toetoek Pribadi Ekowati mengatakan, pengawasan dan evaluasi terhadap kedua SPPG masih terus dilakukan. Tim Dinkes juga melakukan Inspeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) sebelum dapur tersebut diperbolehkan kembali beroperasi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Bontang, Sudirman, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan air yang digunakan tidak menjadi sumber pencemaran.

“Kalau hasil sampling air, hasilnya tidak terbukti tercemar. Artinya, penyebab timbulnya bakteri patogen murni kontaminasi saat penyajian serta penggunaan bahan berlebih,” ujarnya.

Sebelumnya, SPPG Regional Kaltim menyampaikan langkah evaluasi setelah insiden keracunan MBG tersebut.

Baca Juga:  Polisi Bontang Tak Larang Bendera One Piece Berkibar, Tapi Ada Batasnya

Kepala SPPG Regional Bontang Surya Dwi Saputra mengatakan, dua dapur yang berkaitan dengan kejadian tersebut dikenai sanksi penghentian operasional selama satu bulan.

Kedua SPPG tersebut yakni SPPG Bontang Utara 2 di Jalan KS Tubun, Kelurahan Api-Api, dan SPPG Bontang Selatan 5 di Kelurahan Berebas Tengah.

Penutupan sementara itu berdampak terhadap sekitar 5.000 penerima manfaat yang untuk sementara tidak mendapatkan pasokan MBG hingga proses evaluasi dan perbaikan sistem pengelolaan selesai dilakukan.

“Ini sudah keputusan yang diambil untuk evaluasi sistem pengelolaan MBG. Kami juga meminta maaf atas insiden tersebut,” kata Surya.

Dinkes Bontang bersama pengelola SPPG kini masih melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan standar kebersihan dan keamanan pangan terpenuhi sebelum kedua dapur kembali melayani penerima manfaat.

Share This Article