Jakarta – Kenaikan harga BBM 1 April 2026 mulai ramai diperbincangkan. Di tengah lonjakan harga minyak dunia dan memanasnya geopolitik global, publik bertanya-tanya apakah harga BBM hari ini akan segera berubah. Di sisi lain, PT Pertamina (Persero) angkat bicara terkait isu yang beredar luas di media sosial soal kenaikan BBM April 2026.
Sejumlah analis memproyeksikan harga BBM terbaru, khususnya jenis nonsubsidi, berpotensi mengalami penyesuaian mulai awal April 2026. Ekonom Universitas Airlangga, Wisnu Wibowo, menilai harga BBM naik merupakan konsekuensi yang wajar. Pasalnya, penetapan harga BBM nonsubsidi mengikuti mekanisme pasar global. Menurut dia, lonjakan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik di Timur Tengah menjadi faktor utama.
Selain itu, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta acuan harga internasional seperti Mean of Platts Singapore (MOPS) turut memengaruhi. Wisnu memperkirakan, BBM naik 1 April 2026 tidak akan terlalu tinggi. “Kenaikan diperkirakan berada di kisaran 5–10 persen,” ujarnya. Artinya, meski ada potensi kenaikan BBM April 2026, angkanya diprediksi masih dalam batas moderat.
Informasi terkait proyeksi kenaikan harga BBM juga sempat beredar luas di media sosial, mulai dari X, TikTok, hingga WhatsApp. Dalam informasi tersebut, disebutkan harga BBM nonsubsidi akan mengalami kenaikan cukup signifikan mulai 1 April 2026. Namun, PT Pertamina (Persero) menegaskan bahwa hingga kini belum ada keputusan resmi terkait perubahan harga.
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyebut informasi yang beredar di media sosial tidak dapat dipastikan kebenarannya. Ia menegaskan, kabar lonjakan harga BBM secara signifikan per 1 April 2026 bukan berasal dari sumber resmi. “Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026,” kata Baron, Senin (30/03/2026). Pertamina mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi dan hanya merujuk pada kanal resmi perusahaan.
Sebagai gambaran, berikut harga BBM hari ini yang berlaku per 1 Maret 2026 di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara: – BBM Nonsubsidi Pertamina Pertamax: Rp 12.300 per liter Pertamax Green (RON 95): Rp 12.900 per liter Pertamax Turbo: Rp 13.100 per liter Dexlite: Rp 14.200 per liter Pertamina Dex: Rp 14.500 per liter – BBM Subsidi Pertalite: Rp 10.000 per liter Solar subsidi: Rp 6.800 per liter Sementara itu, harga BBM di SPBU swasta juga berada di kisaran serupa, tergantung jenis dan kualitas bahan bakar.
Potensi kenaikan BBM tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor utama yang mendorong harga BBM 1 April 2026 diprediksi naik, antara lain: Harga minyak mentah dunia yang meningkat Ketegangan geopolitik global, khususnya di Timur Tengah Nilai tukar rupiah yang fluktuatif Skema harga BBM nonsubsidi yang mengikuti pasar internasional Dengan kombinasi faktor tersebut, penyesuaian harga menjadi hal yang sulit dihindari.
Isu harga BBM naik memang menguat menjelang April 2026. Secara perhitungan ekonomi, kenaikan tersebut dinilai cukup masuk akal melihat dinamika global.
Namun demikian, hingga saat ini belum ada keputusan resmi. Pertamina memastikan bahwa harga BBM 1 April 2026 masih menunggu pengumuman resmi. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum jelas sumbernya, sambil menunggu update terbaru harga BBM April 2026 dari pihak berwenang.
Sumber: Kompas.com
