Gunung Rinjani Kembali Dilalap Api, Tiga Titik Api Berhasil Dipadamkan

Mukti Ali
3 Min Read

BONTANG — Kebakaran kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kebakaran dilaporkan terjadi pada Jumat (7/8) sore di area perbatasan antara kawasan TNGR dan lahan milik warga.

Kepala Subbagian Tata Usaha TNGR, Astekita Ardiaristo, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran dari masyarakat sekitar pukul 16.48 WITA. Titik panas atau hotspot ditemukan di batas kawasan, tepatnya antara kawasan inti dan kebun masyarakat di wilayah Maletan, mengarah ke Bukit Tiga.

“Tim menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 16.48 WITA. Ada titik hotspot di batas kawasan, antara kawasan inti dan kebun masyarakat di wilayah Maletan, ke arah Bukit Tiga,” ujar Astekita.

Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan langsung dikerahkan ke lokasi. Petugas kemudian menemukan tiga titik api yang masih aktif dan segera melakukan upaya pemadaman.

Proses pemadaman dilakukan menggunakan sejumlah peralatan, mulai dari pompa air, racun api, hingga parang untuk membuka akses di area yang terbakar.

Kebakaran sempat mengalami kendala karena kondisi kawasan yang dipenuhi semak belukar. Vegetasi tersebut membuat api lebih cepat menyebar sehingga proses pemadaman membutuhkan waktu cukup lama.

Baca Juga:  Harga Pertamax Resmi Naik Rp16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Green Tembus Rp17.000

Setelah dilakukan pemadaman, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dinyatakan padam pada Sabtu sekitar pukul 01.30 WITA.

Tim pemadam kemudian memastikan tidak terdapat lagi titik api aktif di kawasan tersebut. Petugas juga dijadwalkan melakukan penyisiran atau mopping up untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang berpotensi kembali menyala.

“Sebelum kembali, tim di lapangan sudah memastikan semua titik api sudah tidak ada. Pagi ini, tim akan ke lokasi untuk mopping up untuk memastikan api sudah betul-betul padam,” kata Astekita.

Meski kebakaran telah berhasil dipadamkan, pihak TNGR hingga kini belum dapat memastikan penyebab munculnya api. Penelusuran masih diperlukan untuk mengetahui apakah kebakaran disebabkan aktivitas manusia atau faktor alam.

“Untuk penyebabnya kami belum bisa memastikan, apakah karena aktivitas manusia atau faktor alam,” ujar Astekita.

Pihak TNGR juga masih melakukan pemantauan terhadap lokasi bekas kebakaran untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api. Kondisi kawasan yang kering dan dipenuhi semak belukar menjadi salah satu faktor yang dapat mempercepat penyebaran api.

Share This Article