BONTANG – Sejumlah siswa SD Negeri 012 Bontang Selatan dilaporkan mengalami mual, muntah, dan sakit perut setelah mengonsumsi Makanan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (5/8/2026). Peristiwa tersebut memicu keresahan para orang tua dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Salah seorang wali murid mengaku melihat langsung beberapa siswa yang mengeluhkan sakit perut dan muntah saat ia menjemput anaknya pulang sekolah. Beberapa siswa bahkan disebut harus digotong untuk mendapatkan penanganan.
“Anak saya memang tidak pernah makan MBG. Tapi teman-teman sekelasnya banyak yang kena. Grup paguyuban juga langsung ramai membahas kejadian ini,” ujarnya.
Menurut informasi yang beredar di kalangan orang tua, menu MBG yang disajikan pada hari itu diduga mengeluarkan aroma tidak sedap. Kondisi tersebut memunculkan dugaan makanan tidak layak konsumsi.
Para wali murid meminta adanya evaluasi menyeluruh dan pengawasan kualitas makanan yang lebih ketat agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami minta ada quality control yang benar-benar ketat. Ini menyangkut kesehatan anak-anak,” katanya.
Hingga berita ini ditulis, Klik Kaltim masih berupaya mengonfirmasi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Regional Kota Bontang, Surya Dwi Saputra, namun belum mendapat tanggapan.
Konfirmasi juga telah disampaikan kepada Kepala SD Negeri 012 Bontang Selatan, Eka Wahyuni, tetapi belum memperoleh respons.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang, Saparuddin, mengaku belum menerima laporan terkait dugaan keracunan tersebut.
“Saya coba hubungi kepala sekolahnya dulu ya,” singkat Saparuddin.
