BONTANG – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) membuka peluang baru bagi Kota Bontang untuk memperkuat posisinya sebagai daerah tujuan investasi industri di Kalimantan Timur.
Pemerintah Kota Bontang kini menawarkan dua kawasan industri besar, yakni Kaltim Industrial Estate (KIE) dan Kawasan Peruntukan Industri Bontang Lestari, guna menarik investor nasional maupun internasional.
Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspian Nur, mengatakan posisi strategis Bontang yang dekat dengan kawasan penyangga IKN menjadi nilai tambah bagi pengembangan investasi industri.
“Dengan posisi Bontang yang dekat dengan IKN serta didukung akses logistik dan industri besar yang sudah ada, ini menjadi peluang besar untuk menarik investasi baru,” ujarnya, Senin (18/5/2026).
Kawasan Kaltim Industrial Estate (KIE) saat ini telah berkembang dengan luas sekitar 214 hektare dan dilengkapi infrastruktur industri terintegrasi untuk berbagai sektor usaha, mulai dari kawasan industri, perdagangan, properti, hingga engineering, procurement and construction (EPC).
Kawasan tersebut juga didukung akses strategis menuju Pelabuhan Lok Tuan, Pelabuhan LNG Badak, serta konektivitas ke Samarinda dan Balikpapan.
Selain KIE, pemerintah juga mendorong pengembangan Kawasan Peruntukan Industri Bontang Lestari seluas sekitar 1.102 hektare yang diproyeksikan menjadi pusat industri skala besar di Kalimantan Timur.
Kawasan Bontang Lestari dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan industri pengolahan, hilirisasi sumber daya alam, logistik, pergudangan, hingga industri ramah lingkungan karena berada di wilayah pesisir dengan dukungan konektivitas distribusi laut.
“Bontang Lestari menjadi peluang strategis untuk investasi jangka panjang dengan skala besar,” jelas Aspian.
Menurutnya, pengembangan dua kawasan industri tersebut sejalan dengan kebijakan nasional dalam mendorong hilirisasi industri berbasis sumber daya alam dan diharapkan mampu membuka lapangan kerja baru serta memperkuat daya saing investasi Kalimantan Timur.
