BALIKPAPAN – Kepolisian masih menyelidiki kasus meninggalnya seorang anak penghuni panti asuhan di Kecamatan Balikpapan Selatan yang diduga sempat terlibat perkelahian dengan sesama penghuni beberapa hari sebelum mengembuskan napas terakhir.
Korban berinisial AF (11) ditemukan meninggal dunia di kamar tidurnya di sebuah panti asuhan yang berada di kawasan Jalan Marsma R. Iswahyudi, Kelurahan Sepinggan Raya, pada Sabtu (13/6/2026) dini hari.
Menerima laporan tersebut, petugas Polsek Balikpapan Selatan bersama Tim Inafis Polresta Balikpapan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi.
Kapolresta Balikpapan Kombes Pol Jerrold H.Y. Kumontoy melalui Kapolsek Balikpapan Selatan Kompol Abu Sangit mengatakan proses penyelidikan masih berlangsung guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.
“Petugas bersama tim Inafis Polresta Balikpapan telah melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi-saksi, serta melakukan pengamanan lokasi kejadian,” ujar Abu Sangit, Minggu (14/6/2026).
Dari hasil penyelidikan awal, korban diketahui sempat terlibat perkelahian dengan salah seorang penghuni panti asuhan sekitar satu pekan sebelum meninggal dunia.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 18.30 Wita di area belakang panti. Setelah kejadian itu, korban disebut pulang dalam kondisi menangis dan mengeluhkan rasa sakit akibat luka yang dialaminya.
Berdasarkan keterangan saksi, korban mengalami memar di bagian wajah serta benjolan pada kepala. Kondisi kesehatannya kemudian terus menurun hingga akhirnya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
Pada 8 Juni 2026, korban menjalani perawatan selama dua hari di rumah sakit. Pihak keluarga mengungkapkan bahwa dokter sempat menyarankan tindakan operasi karena diduga terdapat cedera pada bagian rahang.
Namun tindakan medis tersebut tidak dilakukan, dan korban akhirnya diperbolehkan pulang pada 10 Juni 2026.
Setelah kembali ke panti asuhan, kondisi AF dilaporkan terus memburuk. Korban mengalami kesulitan makan karena mulutnya tidak dapat dibuka secara normal.
Hingga akhirnya pada Sabtu dini hari sekitar pukul 05.00 Wita, korban ditemukan telah meninggal dunia di kamar tidurnya. Pihak panti kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian.
Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD Dr. Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan untuk menjalani visum dan pemeriksaan medis guna memastikan penyebab kematian secara ilmiah.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kesimpulan resmi mengenai penyebab kematian korban. Seluruh fakta, keterangan saksi, serta hasil pemeriksaan medis masih didalami oleh penyidik Satreskrim Polresta Balikpapan.
“Saat ini kasus ditangani Satreskrim Polresta Balikpapan. Pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan pendalaman penyebab kematian masih terus dilakukan,” tegas Kompol Abu Sangit.
Polisi mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil penyelidikan resmi dan tidak berspekulasi terkait penyebab meninggalnya korban hingga seluruh proses investigasi selesai dilakukan.
