BONTANG – Pemerintah Kota Bontang berencana memindahkan pedagang di lantai II Pasar Taman Rawa Indah ke lantai dasar atau basement.
Rencana penataan tersebut telah masuk dalam dokumen perencanaan fisik yang saat ini telah rampung disusun.
Untuk merealisasikan pembangunan fasilitas perdagangan di area basement, Pemkot Bontang perlu menyiapkan anggaran sekitar Rp4 miliar.
Kepala UPT Pasar Bontang Nurfaidah mengatakan, pembangunan lapak di basement nantinya akan diperuntukkan bagi pedagang yang menjual komoditas basah.
Di antaranya pedagang ikan, daging, ayam, sayur-mayur hingga telur.
Anggaran Rp4 miliar tersebut diproyeksikan dapat digunakan untuk membangun puluhan lapak sekaligus menata kembali pemanfaatan ruang pasar.
“Kami mau bangun lapak saja di basement. Karena ini usulan pedagang yang sudah lama diminta. Karena kalau di lantai 2 mereka keluhkan pembeli sepi,” ujar Nurfaidah.
UPT Pasar selanjutnya akan mengusulkan pembangunan lapak di basement kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Pemkot Bontang berharap pembangunan dapat direalisasikan pada 2027 sehingga aspirasi pedagang yang selama ini mengeluhkan kondisi lantai II bisa ditindaklanjuti.
Menurut Nurfaidah, dokumen perencanaan pembangunan juga telah disosialisasikan kepada pihak terkait.
“Kemarin sudah disosialisasikan dokumen perencanaannya. Semoga tahun depan bisa dibangun,” sambungnya.
Selain pembangunan lapak, penataan Pasar Taman Rawa Indah juga akan mempertimbangkan kebutuhan parkir kendaraan.
Diskop-UKMPP bersama UPT Pasar telah menyiapkan sejumlah alternatif lokasi parkir, termasuk memanfaatkan area di sisi kiri, kanan dan belakang gedung pasar.
“Kalau tidak cukup halaman seberang pasar yang dipakai pujasera juga bisa dipakai untuk parkiran mobil,” ungkap Nurfaidah.
Rencana penataan tersebut mendapat sambutan positif dari sejumlah pedagang Pasar Taman Rawa Indah.
Hartuti, salah seorang pedagang yang telah berjualan selama sekitar tiga tahun di pasar tersebut, mengaku kondisi sepinya pembeli menjadi salah satu persoalan yang dihadapi pedagang di lantai II.
Ia berharap pemindahan ke basement dapat membuat aktivitas perdagangan kembali lebih ramai.
“Saya setuju untuk pembangunan basement untuk penggunaan lapak pedagang. Karena kalau tetap bertahan sekarang kasihan kami sepi pembeli,” ucap Hartuti.
Pemkot Bontang kini masih memproses tahapan penganggaran sebelum rencana pembangunan basement tersebut dapat direalisasikan pada 2027.
