BONTANG – PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) KaltimTara mengungkap penyebab pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Timur, termasuk Kota Bontang.
Pemadaman tersebut terjadi setelah empat pembangkit mengalami gangguan secara bersamaan pada September 2026. Kondisi itu membuat pasokan daya pada sistem kelistrikan interkoneksi Kaltim mengalami tekanan.
Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UID KaltimTara, Muchamad Meiryandi, mengatakan empat pembangkit yang mengalami kerusakan berada di sejumlah wilayah.
Keempatnya yakni PLTU Cahaya Fajar Kaltim di Kutai Kartanegara, PLTU Kaltim Prima Coal di Kutai Timur, PLTU Teluk Balikpapan, serta PLTMG Bangkanai.
Gangguan pada pembangkit tersebut berdampak terhadap sistem kelistrikan yang terhubung melalui jaringan interkoneksi. Akibatnya, Bontang menjadi salah satu daerah yang turut terdampak pemadaman bergilir.
“Seluruh Kaltim terkena dampak. Kami berkoordinasi dengan pengelola pembangkit untuk mempercepat proses pemulihan dan menambah pasokan daya ke sistem,” ujar Meiryandi dalam keterangan resminya.
PLN menyebut proses perbaikan sejumlah pembangkit yang mengalami gangguan masih berlangsung. Pemulihan ditargetkan dapat rampung pada akhir September 2026.
Dengan target tersebut, masyarakat di sejumlah wilayah yang terdampak masih berpotensi mengalami pemadaman bergilir selama proses pemulihan berlangsung.
Untuk mengurangi dampak kekurangan pasokan daya, PLN juga mengupayakan percepatan penambahan pembangkit sewa.
Beberapa tambahan pasokan yang tengah dipersiapkan di antaranya Pembangkit Batulicin berkapasitas 10 MW, pembangkit sewa tahap pertama sebesar 158 MW, serta tahap kedua dengan kapasitas 120 MW.
“Seluruh proses pemulihan terus dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan dan keandalan pembangkit,” sambung Meiryandi.
PLN memastikan langkah pemulihan terus dikebut untuk mengembalikan keandalan sistem kelistrikan di Kaltim.
Di sisi lain, PLN menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak pemadaman bergilir.
“Kami mohon maaf dan pelanggan bisa bersabar karena tim tengah bekerja,” pungkasnya.
