Viral Karnaval Berbau Ritual Penyembah Setan, Ada Adegan Sembelih Kepala Kambing, 1 Orang Meninggal

Redaksi Wy
2 Min Read

PEKALONGAN – Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026 di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, mendadak menjadi sorotan setelah sejumlah video pertunjukan beredar luas di media sosial.

Karnaval yang digelar pada Kamis (10/9/2026) tersebut menuai kontroversi lantaran menampilkan sejumlah karakter dan simbol bernuansa menyeramkan.

Dalam video yang beredar, sejumlah talent terlihat mengenakan kostum menyerupai sosok iblis. Ada pula peserta yang membawa obor dan kitab dengan simbol tertentu, serta penggunaan simbol pentagram terbalik dalam pertunjukan.

Namun, perhatian publik paling banyak tertuju pada salah satu adegan dalam karnaval tersebut.

Dalam pertunjukan itu, terlihat seekor kambing disembelih hingga bagian kepalanya terlepas. Darah dari hewan tersebut juga terlihat di area pertunjukan.

Penyembelihan kambing itu dilakukan di atas altar yang dikelilingi lilin serta gambar pentagram terbalik, kepala kambing, lingkaran konsentris dan sejumlah simbol lainnya yang dianggap menyerupai sebuah ritual setan.

Adegan tersebut kemudian memicu beragam reaksi dan pertanyaan warganet mengenai konsep serta makna yang ingin disampaikan melalui pertunjukan SKNC 2026.

Baca Juga:  Dampak Perang Timur Tengah: Harga Kantong Plastik Naik Drastis

Kontroversi semakin menjadi perhatian setelah muncul kabar salah satu talent yang mengenakan kostum menyerupai sosok iblis meninggal dunia.

Talent tersebut diketahui berinisial AF (40), warga Simbang Kulon. Kabar mengenai meninggalnya AF kemudian beredar bersamaan dengan video pertunjukan karnaval di media sosial.

Kondisi tersebut memunculkan berbagai spekulasi dari warganet yang mengaitkan kematian AF dengan nuansa mistis dalam pertunjukan.

Namun, dugaan atau spekulasi mengenai adanya hubungan antara pertunjukan karnaval dengan meninggalnya AF belum dapat disimpulkan sebagai fakta tanpa adanya keterangan resmi mengenai penyebab kematian maupun hasil pemeriksaan pihak berwenang.

Informasi mengenai konsep pertunjukan, tujuan penggunaan simbol-simbol tersebut, serta kronologi meninggalnya AF masih perlu dikonfirmasi kepada panitia penyelenggara dan pihak terkait.

Publik juga diimbau tidak terburu-buru menyebarkan kesimpulan mengenai penyebab kematian hanya berdasarkan video atau narasi yang beredar di media sosial.

Share This Article