Jadi Korban Pemukulan, Wakapolsek Samarinda Ulu Justru Maafkan Pelaku hingga Menangis

Redaksi Wy
2 Min Read

SAMARINDA – Di tengah proses pemulihan setelah menjadi korban pemukulan, Wakapolsek Samarinda Ulu AKP Budi Santoso mendapat kunjungan dari Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar bersama sang istri dan sejumlah pejabat Polresta Samarinda, Selasa (8/9/2026) siang.

AKP Budi saat ini masih menjalani pemulihan setelah menjadi korban pemukulan seorang sopir travel di Jalan Juanda, Samarinda. Peristiwa tersebut terjadi ketika dirinya berusaha memberikan pertolongan kepada korban kecelakaan lalu lintas.

Saat kejadian, AKP Budi tengah berupaya mengevakuasi seorang korban yang tertindih sepeda motor. Namun, di tengah upaya memberikan pertolongan, ia justru mendapat serangan dari seorang sopir travel.

Peristiwa tersebut turut berdampak terhadap kondisi kesehatannya. Tekanan fisik yang dialami disebut berpengaruh terhadap penyakit ginjal yang dideritanya.

Saat ditemui Kapolresta Samarinda, kondisi AKP Budi terlihat lebih kurus dibandingkan sebelumnya. Namun, suasana kunjungan berubah haru ketika ia menyampaikan sikapnya terhadap orang yang telah melakukan pemukulan terhadap dirinya.

Meski menjadi korban, AKP Budi memilih untuk tidak menyimpan dendam. Di hadapan pimpinannya, ia bahkan mengaku telah memaafkan pelaku dan meminta agar proses terhadap orang tersebut dipertimbangkan kembali.

Baca Juga:  Sopir Travel yang Pukul Wakapolsek Samarinda Ulu Positif Narkoba, Polisi Temukan Bong di Mobil

“Komandan, untuk pelaku sudah saya maafkan. Kalau bisa tidak usah dilanjut proses itu,” ungkap AKP Budi.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam kondisi emosional. Air mata AKP Budi pun tak terbendung saat menerima kunjungan pimpinan dan rekan-rekannya.

Sikap tersebut menjadi momen yang menyentuh dalam kunjungan tersebut. Di tengah kondisi kesehatan yang belum sepenuhnya pulih, AKP Budi justru memilih mengedepankan maaf dibandingkan rasa marah atas apa yang dialaminya.

Menanggapi permintaan tersebut, Kombes Pol Hendri Umar menyampaikan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan permohonan AKP Budi terkait kelanjutan proses terhadap pelaku.

Kisah AKP Budi menunjukkan sisi lain dari tugas seorang anggota kepolisian. Di balik kewajiban menegakkan hukum, terdapat nilai kemanusiaan yang tetap dijunjung.

Bahkan ketika dirinya menjadi korban dan tengah menjalani pemulihan, AKP Budi memilih untuk memaafkan orang yang telah menyakitinya.

Share This Article