12 Siswa SMP di Samarinda Positif Narkoba, Terungkap Karena Ada Yang Kejang

Redaksi Wy
2 Min Read

SAMARINDA – Sebanyak 12 siswa SMP di Samarinda, Kalimantan Timur, dinyatakan positif menggunakan narkotika golongan I jenis kanabinoid sintetis atau tembakau sintetis.

Kasus tersebut terungkap setelah seorang pelajar mengalami kejang usai diduga mengisap tembakau sintetis bersama sejumlah temannya di belakang sekolah pada Jumat (31/7/2026).

Pihak sekolah kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada BNN Kota Samarinda. Sehari setelah laporan diterima, Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Kota Samarinda melakukan pemeriksaan urine terhadap sejumlah siswa pada Sabtu (1/8/2026).

Humas BNN Kota Samarinda, Adit, membenarkan adanya 12 pelajar yang dinyatakan positif. Dari jumlah tersebut, satu siswa direkomendasikan menjalani rawat inap, sedangkan 11 siswa lainnya menjalani asesmen dan rawat jalan.

“Totalnya 12 orang siswa. Satu sudah direkomendasi rawat inap dan 11-nya asesmen dan rawat jalan,” kata Adit, Rabu (19/8/2026).

Proses asesmen dilakukan untuk menentukan bentuk penanganan yang sesuai bagi masing-masing pelajar. Namun, hingga kini BNN Kota Samarinda belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai hasil asesmen seluruh siswa tersebut.

Baca Juga:  APBD Kutim 2026 Merosot Rp 4,8 triliun, TPP Pegawai Kena Pangkas?

Sebelumnya, hasil asesmen disebut akan disampaikan setelah audiensi BNNK Samarinda bersama Komisi IV DPRD Kota Samarinda pada Kamis (20/8/2026). Namun, pertemuan tersebut berlangsung tertutup dan pihak BNNK Samarinda belum memberikan keterangan kepada awak media.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, menyampaikan keprihatinannya atas kasus tersebut.

Menurutnya, persoalan narkoba di kalangan pelajar tidak cukup hanya ditangani setelah siswa terpapar. Upaya pencegahan harus diperkuat agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

“Kasus (pelajar menggunakan narkoba) ini sangat disayangkan. Ini tentu tamparan keras bagi pendidikan Samarinda,” tegas Sri.

Ia menilai penggunaan narkotika di kalangan pelajar merupakan persoalan yang melibatkan banyak aspek, mulai dari pendidikan, kesehatan, keluarga hingga masa depan anak.

Karena itu, Sri mendorong sekolah, orang tua, pemerintah dan aparat terkait meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas pelajar, termasuk lingkungan di sekitar sekolah.

“Bagaimana penanganannya bukan ranah kami, tapi kami mau tekankan yang terpenting adalah mencegah. Bagaimana agar tidak terulang lagi,” ujarnya.

Baca Juga:  Penikaman Sadis di Samarinda Diduga Dipicu Masalah Parkir, 2 Korban Terluka dan Pelaku Buron

Kasus ini menjadi perhatian serius karena penggunaan narkotika diduga berlangsung di lingkungan sekitar sekolah dan melibatkan sejumlah pelajar sekaligus.

Share This Article