Bontang – SMPN 5 Bontang Utara mengintegrasikan program pembelajaran membaca Al-Qur’an dengan metode Ummi ke dalam kegiatan belajar mengajar (KBM).
Program ini dijalankan secara rutin sebanyak empat kali dalam sepekan sebagai upaya memperkuat literasi keagamaan siswa di lingkungan sekolah.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 5 Bontang Utara, Bangkit Riyanto, menjelaskan bahwa pembelajaran metode Ummi menjadi bagian dari jadwal pelajaran resmi, bukan kegiatan tambahan di luar kelas.
“Metode Ummi kami masukkan ke dalam KBM. Dalam satu pertemuan ada dua jam pelajaran dan dilaksanakan empat kali dalam seminggu,” ujarnya, Selasa (28/04/2026).
Ia menyebutkan, kegiatan tersebut berlangsung terjadwal dari Senin hingga Kamis. Dengan intensitas tersebut, diharapkan kemampuan membaca Al-Qur’an siswa dapat berkembang secara bertahap dan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, metode Ummi menerapkan sistem penilaian tersendiri. Setiap siswa harus melalui tahap observasi dengan sejumlah kriteria sebelum dapat melanjutkan ke tingkat berikutnya.
“Metode ini memiliki standar penilaian khusus yang harus dipenuhi siswa di setiap tahap,” tegasnya.
Pembelajaran juga disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa yang dikelompokkan berdasarkan tingkatan atau jilid, mulai dari jilid satu hingga tiga. Sistem ini diterapkan agar proses belajar lebih efektif dan sesuai dengan kemampuan individu.
Untuk menunjang program tersebut, sekolah menyiapkan 16 tenaga pengajar khusus metode Ummi. Setiap guru bertanggung jawab mendampingi maksimal 15 siswa dalam satu kelompok.
“Setiap guru Ummi menangani paling banyak 15 siswa agar pembelajaran lebih optimal,” pungkas Bangkit Riyanto.
