BONTANG – SDN 001 Bontang Utara menerapkan pola pelaksanaan program kokurikuler dua kali dalam satu semester guna memastikan kegiatan berjalan lebih efektif dan tuntas.
Kepala SDN 001 Bontang Utara, Langgeng Suprantoro, menjelaskan bahwa kegiatan kokurikuler tidak dilakukan setiap minggu karena keterbatasan waktu belajar di sekolah. Sebagai gantinya, setiap program dijalankan secara bertahap hingga selesai sebelum beralih ke kegiatan lainnya.
“Tidak setiap minggu, karena waktunya terbatas. Kalau satu kegiatan selesai dalam satu bulan, baru kita ganti lagi,” ujarnya, Senin (13/04/2026).
Ia mencontohkan, salah satu kegiatan seperti penanaman mangrove atau bakau dapat berlangsung selama dua minggu atau lebih. Setelah program tersebut selesai, siswa akan mengikuti kegiatan lain yang masih berkaitan dengan kearifan lokal pesisir.
Menurut Langgeng, dalam satu semester sebenarnya terdapat hingga empat pilihan kegiatan kokurikuler. Namun, pihak sekolah memilih hanya dua kegiatan utama agar pelaksanaan lebih fokus dan maksimal.
“Memang ada pilihan sampai empat kali, tapi kita ambil dua saja supaya lebih optimal,” jelasnya.
Setiap kegiatan diawali dengan pemberian materi teori sebagai dasar pemahaman siswa sebelum dilanjutkan dengan praktik langsung di lapangan. Misalnya, pada kegiatan pengolahan hasil laut seperti pembuatan ikan kering.
“Jadi mereka belajar teori dulu, baru praktik,” tambahnya.
Selain itu, program kokurikuler di SDN 001 Bontang Utara juga melibatkan guru tamu dari kalangan masyarakat lokal. Kehadiran mereka bertujuan memberikan pengalaman belajar yang lebih nyata bagi siswa, terutama dalam memahami potensi pesisir.
“Misalnya kegiatan rumput laut, kita undang untuk praktik seperti membuat es rumput laut,” pungkas Langgeng.
Dengan pola ini, sekolah berharap siswa dapat memahami kearifan lokal secara mendalam, tidak hanya dari sisi teori, tetapi juga melalui pengalaman praktik langsung yang relevan dengan lingkungan mereka.
