BONTANG – SMP Negeri 8 Bontang menetapkan penerimaan sebanyak empat rombongan belajar (rombel) dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026. Kebijakan tersebut diambil dengan mempertimbangkan ketersediaan ruang kelas agar proses belajar mengajar tetap berjalan optimal.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 8 Bontang, Surtiti Marsudi, mengatakan jumlah rombel yang dibuka tidak dapat melebihi kapasitas sarana dan prasarana yang dimiliki sekolah. Menurutnya, jumlah ruang belajar menjadi faktor utama dalam menentukan kuota penerimaan siswa baru setiap tahun.
“Jumlah rombel harus menyesuaikan dengan ketersediaan ruang. Kalau ruang yang tersedia hanya empat, tentu tidak memungkinkan menerima lima rombel,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selain menyesuaikan fasilitas sekolah, penerimaan peserta didik baru juga harus mengikuti ketentuan jumlah siswa dalam setiap rombel. Berdasarkan aturan yang berlaku, satu rombongan belajar maksimal diisi oleh 34 siswa.
Meski demikian, penetapan jumlah rombel tidak sepenuhnya menjadi kewenangan sekolah. Keputusan tersebut tetap harus mendapatkan persetujuan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang setelah melakukan evaluasi terhadap kondisi sekolah.
“Dinas akan melihat jumlah rombel yang lulus tahun ini serta ketersediaan ruang belajar sebelum menetapkan kuota penerimaan,” jelasnya.
Surtiti menambahkan, pada tahun ajaran 2026 terdapat empat rombel yang akan menyelesaikan pendidikan di SMP Negeri 8 Bontang. Karena itu, sekolah memutuskan membuka jumlah rombel yang sama untuk menjaga keseimbangan kapasitas dan kebutuhan pembelajaran.
Menurutnya, pada tahun sebelumnya SMP Negeri 8 Bontang sempat menerima lima rombel. Namun untuk tahun ini, keterbatasan ruang kelas membuat sekolah hanya mampu membuka empat rombel bagi calon peserta didik baru.
“Kalau tahun lalu kami masih menerima lima rombel. Tahun ini disesuaikan menjadi empat karena ruang belajar yang tersedia tidak mencukupi,” terangnya.
Dengan penyesuaian tersebut, SMP Negeri 8 Bontang berharap proses SPMB 2026 dapat berjalan lancar sekaligus memastikan seluruh siswa mendapatkan fasilitas belajar yang memadai selama menempuh pendidikan di sekolah tersebut.
