BONTANG – Pemerintah Kecamatan Bontang Barat mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di tengah kondisi cuaca kemarau ekstrem.
Camat Bontang Barat Mustamim Syam mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan, meski dilakukan dengan alasan membuka atau membersihkan area.
Menurutnya, kondisi lahan yang kering membuat api lebih mudah menjalar dan berpotensi meluas jika tidak segera ditangani. Karena itu, masyarakat diminta menghindari aktivitas pembakaran yang dapat memicu karhutla.
“Jangan melakukan pembakaran hutan dan lahan. Kondisi cuaca sekarang harus menjadi perhatian bersama karena lahan lebih mudah terbakar,” ujar Mustamim.
Ia menyebut, sepanjang 2026 sedikitnya terdapat sembilan kejadian kebakaran lahan di Kecamatan Bontang Barat dengan total luasan mencapai sekitar enam hektare.
Data tersebut menjadi pengingat bahwa potensi karhutla masih cukup tinggi. Terlebih, kondisi kemarau ekstrem dapat membuat vegetasi dan lahan lebih cepat kering sehingga api lebih mudah menyebar.
“Ini menjadi pengingat bagi kita semua agar memahami kondisi cuaca sekarang. Jangan sampai aktivitas pembakaran justru memicu kebakaran yang lebih luas,” jelasnya.
Selain berdampak terhadap lingkungan, Mustamim mengingatkan masyarakat mengenai konsekuensi hukum apabila pembakaran lahan dilakukan secara sengaja dan ditemukan unsur pelanggaran.
Ia menegaskan, masyarakat dapat dikenakan ancaman pidana apabila dari hasil penyelidikan ditemukan unsur kesengajaan dalam pembakaran yang dilakukan.
Karena itu, pemerintah kecamatan meminta masyarakat mengedepankan cara-cara yang aman dalam membersihkan lahan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
“Jangan menunggu api membesar. Kalau melihat ada kebakaran, segera laporkan agar bisa ditangani secepatnya,” pungkas Mustamim.
