BONTANG – Layanan nonbedah menjadi jenis pelayanan dengan kunjungan terbanyak di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Taman Husada Bontang sepanjang triwulan pertama 2026.
Data Januari hingga Maret mencatat sebanyak 1.756 pasien mendapatkan pelayanan non bedah.
Kepala Ruangan IGD, RSUD Taman Husada Kota Bontang, Sri Ariyani menjelaskan, tingginya kunjungan nonbedah menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan untuk berbagai keluhan medis.
“Layanan nonbedah memang paling banyak, mencapai 1756 pasien dan disusul pelayanan anak,” ujarnya.
Pada Januari, sebanyak 652 pasien layanan nonbedah, kemudian 542 pasien pada Februari dan 562 pasien pada bulan Maret. Sementara itu, pelayanan anak usia 12 hingga 18 tahun menempati urutan kedua dengan total 925 pasien. Rinciannya, 377 pasien pada Januari, 298 pasien pada Februari dan 250 pasien pada Maret.
“Untuk pelayanan anak juga cukup tinggi. Ini menjadi salah satu layanan yang banyak mendapatkan penanganan di IGD selama triwulan satu,” tambahnya.
Selain itu, layanan geriatri atau pasien lanjut usia mencatat 533 pasien, dengan rincian 178 pasien pada Januari, 164 pasien pada Februari dan 191 pasien pada Maret.
Pelayanan bedah tercatat sebanyak 482 pasien, terdiri dari 171 pasien pada Januari, 138 pasien pada Februari dan 173 pasien pada Maret. Sedangkan pelayanan kebidanan mencapai 321 pasien.
Lanjutnya, untuk pelayanan kecelakaan, tercatat 84 pasien pada Januari, 66 pasien pada Februari dan 91 pasien pada Maret. Data tersebut jika dijumlahkan berdasarkan rincian bulanan mencapai 241 pasien.
Sementara untuk pelayanan bayi usia 0 hingga 11 bulan tercatat sebanyak 125 pasien, sedangkan pelayanan psikiatri sebanyak 31 pasien sepanjang triwulan satu.
Pun, setiap pasien yang datang ke IGD mereka menjalani proses triase untuk menentukan tingkat kegawatan dan prioritas penanganan.
“Sehingga pasien yang membutuhkan penanganan segera bisa mendapatkan pelayanan sesuai kondisinya,” terangnya.
