KUKAR – Jalan poros di Dusun Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), lumpuh total akibat longsor, Sabtu (15/8/2026) pagi.
Bencana tersebut membuat pengendara roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas dan harus mencari jalur alternatif. Longsor ini juga menjadi kejadian kedua yang melanda wilayah tersebut.
Peristiwa bermula sekitar pukul 05.40 WITA, ketika badan jalan mulai mengalami amblas akibat pergerakan tanah. Hanya berselang sekitar 20 menit, tepatnya pukul 06.00 WITA, kondisi jalan semakin parah hingga tidak dapat dilalui kendaraan.
Aspal jalan mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah yang masih labil. Sebagian badan jalan yang tersisa kini menyempit dan dinilai membahayakan pengguna jalan.
Selain mengganggu akses transportasi, longsor juga menyebabkan pipa PDAM terputus. Akibatnya, pasokan air bersih yang sebelumnya mengalir normal ke rumah warga kini ikut terganggu.
Kepala Dusun Margasari, Haerudi, mengatakan pergerakan tanah di lokasi masih terus terjadi hingga saat ini.
“Kondisinya makin kritis. Kendaraan bermuatan berat kini tidak melintas. Warga kami minta menggunakan rute alternatif,” ujar Haerudi.
Pemerintah dusun bersama pemerintah desa dan instansi teknis kini melakukan koordinasi untuk penanganan darurat. Rambu peringatan juga mulai dipasang di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kecelakaan.
Polsek Loa Kulu turut diterjunkan untuk mengamankan lokasi sejak sekitar pukul 07.00 WITA. Personel kepolisian melakukan pengaturan lalu lintas sekaligus memantau kondisi badan jalan dan pergerakan tanah.
Kapolsek Loa Kulu AKP Hari Supranoto mengatakan, personel dikerahkan untuk mencegah pengendara melintas di area yang berisiko.
“Personel kami sudah turun ke lapangan untuk memasang garis polisi,” ungkapnya.
Polisi juga membantu mengarahkan pengendara yang terjebak maupun hendak melintas agar menggunakan jalur alternatif.
Hingga Sabtu siang, kondisi di sekitar lokasi longsor dilaporkan aman dan kondusif. Namun, jalur utama Dusun Margasari masih belum dapat dilalui secara normal karena kondisi tanah yang masih labil.
