BONTANG – SMP Negeri 1 Bontang terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih dan ramah lingkungan melalui program sekolah bebas sampah plastik. Program yang telah berjalan sejak 2023 itu kini mulai menunjukkan perubahan positif pada perilaku siswa.
Melalui kebijakan tersebut, siswa tidak diperbolehkan meninggalkan sampah di dalam ruang kelas setelah kegiatan belajar mengajar selesai. Seluruh sampah yang dihasilkan wajib dibawa keluar dan dibuang pada tempat pembuangan yang telah disediakan di area depan sekolah.
Kepala SMP Negeri 1 Bontang, Riyanto, mengatakan program ini menjadi salah satu upaya sekolah dalam membangun kesadaran dan tanggung jawab lingkungan di kalangan peserta didik.
“Sejak mulai diterapkan, kami melihat perubahan perilaku siswa. Mereka sudah terbiasa memastikan kelas tetap bersih sebelum ditinggalkan,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Menurut Riyanto, program tersebut tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan sekolah, tetapi juga menjadi bagian dari pendidikan karakter yang menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.
Pihak sekolah secara rutin mengingatkan siswa untuk disiplin menjaga kebersihan dan mengurangi penggunaan sampah plastik dalam aktivitas sehari-hari.
Ia menilai kebiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya dapat menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter siswa yang bertanggung jawab dan peduli terhadap lingkungan sekitar.
“Ini bukan sekadar aturan, tetapi bagian dari pembentukan karakter agar siswa memiliki rasa tanggung jawab terhadap lingkungan,” jelasnya.
Melalui program sekolah bebas sampah plastik, SMP Negeri 1 Bontang berharap budaya hidup bersih dan peduli lingkungan tidak hanya diterapkan di sekolah, tetapi juga menjadi kebiasaan yang terbawa hingga ke rumah dan lingkungan masyarakat.
