SMPN 7 Bontang Pastikan Terima Siswa Inklusi di SPMB 2026, Kuota 5 Persen Disiapkan

Redaksi Wy
2 Min Read

BONTANG – SMP Negeri 7 Bontang menegaskan komitmennya dalam mendukung pendidikan inklusif dengan membuka kuota 5 persen bagi siswa berkebutuhan khusus dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Kebijakan ini memastikan tidak ada penolakan terhadap calon siswa inklusi yang mendaftar.

Kepala SMP Negeri 7 Bontang, Norhayati, mengatakan kuota siswa inklusi tersebut rutin disediakan setiap tahun sebagai bagian dari sistem penerimaan peserta didik baru.

“Tiap tahun memang ada kuota inklusi, biasanya lima persen. Tahun ini juga kami tetap menerima jika ada yang mendaftar,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).

Pada tahun sebelumnya, SMPN 7 Bontang telah menerima satu siswa inklusi yang saat ini duduk di kelas VII. Siswa tersebut diketahui berdomisili tidak jauh dari sekolah, sehingga memudahkan proses pendampingan dan aktivitas belajar sehari-hari.

Dalam proses pembelajaran, sekolah tidak menyediakan pendamping khusus dari luar. Sebagai gantinya, pendampingan dilakukan oleh guru internal, terutama guru Bimbingan Konseling (BK), dengan pendekatan yang disesuaikan kondisi masing-masing siswa.

Norhayati menjelaskan, metode pendampingan dilakukan secara fleksibel. Jika siswa merasa tidak nyaman di dalam kelas, guru akan memberikan ruang adaptasi sebelum dilakukan pembinaan lebih lanjut.

Baca Juga:  Jelang TKA 2026, SDN 001 Bontang Gelar Try Out Terakhir Mirip Ujian Sungguhan

“Biasanya kalau anak inklusi merasa tidak betah di kelas, kami beri waktu dulu. Nanti guru BK akan memanggil dan membimbing secara bertahap,” jelasnya.

Dengan skema ini, SMP Negeri 7 Bontang berharap seluruh siswa, termasuk penyandang kebutuhan khusus, dapat memperoleh akses pendidikan yang setara, nyaman, dan berkualitas di lingkungan sekolah.

Share This Article